Saturday, 31 May 2014

Sebuah Tanya


Ku tak tahu harus bagaimana
Kala hati sudah tertambat
Selalu berharap kepada kekasih
Yang semoga lekas terjelma nyata

Akankah kau sudi mengindahkan
Hati yang selalu setia
Hati yang tak pernah lelah menunggu
Hati yang tak pernah bosan mengharap
Dan secuil asa yang tak pernah padam

Ku hanya ingin kau mengingatku
Menyadari keberadaanku
Meski hanya tuk sesaat
Itu sudah lebih dari cukup bagiku

Kau telah punya tempat tersendiri dalam hatiku
Kau telah mampu mengalihkan perhatianku
Hanya tertuju padamu
Sadarkah engkau?

Namun aku takkan pernah memaksamu
Untuk melakukan semuanya itu
Biarlah hatimu sendiri yang akan melakukannya
Yang hanya bisa ku lakukan hanyalah menunggu
Menunggu sebuah keajaiban yang akan menyapa takdirku


By CVI

Semarang,  4 Juni 2010  at 08.51 a.m.

Kompilasi kata-kata Mutiara dan Motivasi

  • Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala anda turut membantu orang lain. namun bila anda tidak mencoba membantu sesama, kabahagian akan layu dan mengering. kebahaigaan bagaikan sebuah tanaman yang harus disrami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.
  • Bila busur anda telah patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan tetaplah membidik. membidiklah dengan seluruh hatimu.
  • Agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup ini, anda harus mendengar jiwa anda. lakukan dengan merasakan kesepian, hal yang ditakuti sebagian besar orang.karena dalam kesunyian anda dapat mendengar kebenaran berbicara manusia bahagia bila ia bisa membuka mata untuk menyadari bahwa dia punya banyak hal yang berarti.manusia bisa bahagia jika ia mau membuka mata hati untuk menyadari betapa ia dicintai.manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
  • Kebahagian berasal dari diri sendiri. Jikalau berharap dari orang lain maka bersiaplah untuk ditinggalkan, bersiaplah untuk dikhianati.
  • Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain,tanpa kehilangan semangat. (Abraham Lincoln)
  • Menjadi cerdas tidak selalu berarti mengetahui segala jawaban. Terkadang jawaban paling cerdas yang dapat anda katakan adalah "saya tidak tahu"
  • Ketakutan sejati adalah adalah ketakutan memulai sesuatu.
  • Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan seseorang yang sangat berharga bagi kita hanya untuk mengetahui pada akhirnya kita harus dengan berat hati membiarkannya pergi dan berlalu. 
  • Dengan memiliki harapan manusia mempunyai alasan untuk tetap melanjutkan hidupnya. Harapan membuat manusia tidak berhenti berjuang. Harapan membuat manusia merancang kehidupannya.
  • Pikiran dan niat buruk dalam hati akan memancarkan kekuatan kelam, maka pikirkan cinta agar terpancar cahaya terang. Kadang2 kita dapat mengatasi sebuah masalah hanya dengan bersedia memahami orang lain. Seringkali yang paling dibutuhkan adalah mengetahui perasaan orang lain yang peduli tentang bagaimana perasaannya dan berusaha memahami posisi kita. 
  • Hidup dengan melakukan kesalahan akan tampak lebih terhormat daripada selalu benar karena tidak melakukan apa-apa. Kegagalan adalah satu2nya kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih cerdik (Henry Ford) 
  • Apapun fakta yang ada dihadapan kita,tidak lebih penting dari pada sikap kita dalam menanggapinya,karena itulah yang menentukan mana keberhasilan atau kegagalan. 
  • jangan lihat masa lampau dengan penyesalan.jangan pula melihat masa depan dengan ketakutan. Tapi lihatlah sekitarmu dengan penuh kesadaran. 
  • Pikiran adalah permukaan hati. Hati adalah kedalaman pikiran. Apa yang datang dari dalam, menyentuh kedalaman dan yang di permukaan hanya berada di permukaan. Maka, jangan heran jika dua jiwa yang berhati penuh kasih dan berperasaan halus bisa berkomunikasi melalui pikiran dan perasaan. Jarak bukanlah halangan. 
  • Manusia tidak dirancang untuk gagal. Tapi manusia yang gagal merancang. 
  • Hati belum hidup jika belum merasakan sakit. Rasa sakit akan membuka hati bahkan bila hati itu sekeras batu. 
  • Tahu kenapa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria (suaminya)??hati itu dilindungi oleh tulang rusuk.maka sayogyanya wanita menjaga hati pasangannya. 
  • Manusia kadang berlaku tak wajar dan egois, tapi tetaplah mencintai mereka. Jika kita berbuat kebaikan lalu ditanyai motif dan ambisi. Tetaplah berbuat baik kebaikan hari ini akan dilupakan tapi tetaplah berbuat baik. 
  • Manusia kadang berpura2 lemah dan menjadi pengekor mereka yang sukses. Berjuanglah demi mereka yang lemah. 
  • Kejujuran dan terus terang kadang membuat kita diperolok, tetaplah jujur. 
  • Apa yang kita bangun bisa jadi hancur dalam sekejap, teruslah berkarya. 
  • Mereka yang pernah kita tolong kadang malah menyerang kita.tetaplah menolong 
  • Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,pintu yang lain dibukakan. Tetapi seringkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga tidak dapat melihat pintu lain yang terbuka. 
  • Sifat cinta sama seperti air dalam tanah. Apabila tidak cukup menggali, kita akan dapati air keruh. Bila cukup menggali, kita akan dapatkan air yang jernih. 
  • Kita tidak akan melihat apapun jika menutup mata. Tapi diruang gelap sekalipun kita bisa tentukan jalan jika mata dibuka dengan lebar. 
  • Tidak ada orang yang selamanya jahat.kita saja yang tidak mau menunggu melihat dia berbuat kebaikan. 
  • ....cintailah siapa yang kau kehendaki, sesungguhnya kau akan berpisah dengannya. maka jika kita mencintai seseorang, kita juga harus siap berpisah dengannya.. 
  • Karena cinta duri menjadi mawar. Karena cinta cuka menjelma anggur segar. 
  • Emas dan permata yang ada di dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita bisa menyelami kedalaman jiwanya. Diperlukan kearifan dan proses untuk menjenguknya.

Don't let your past dictate your future

Mistakes are valuable. Learn from them.
Then let them go.
Easier said than done? It all depends on your perspective. When something goes wrong, turn it into an opportunity to learn something you didn't know - especially about yourself.
When something goes wrong for someone else, turn it into an opportunity to be gracious, forgiving, and understanding.
The past is your training. It should definitely inform, but in no way define you.

NB: sebenarnya itu hanya cuplikan dari 8 poin yang ada. tetapi, karena saya menyukai bagian yang ini, makanya hanya ini yang saya poting. anyway, saya cantumkan sumbernya kok. jadi, kalau penasaran isi secara keseluruhan, bisa klik link nya yaa :)
source: http://www.fancyhands.com/blog/8-things-you-shouldnt-do-today

Arti Lirik Lagu OST Kabhi Alvida Na Kehna

Tau kapan kita tiba di sini?
Aku milikmu dan kamu milikku
Rasanya aku terjaga
Tapi aku bermimpi
Aku tertegun saat ini
Ketika rembulan bersinar di siang hari
Seakan aku orang bodoh yang bahagia yang cintanya terkekang
Kisah cinta kami adalah kisah yang sulit
Tak mungkin menyampaikannya dalam beberapa kata
Kami berpisah meskipun tercipta untuk menyatu
Ada hal yang tak perlu dikatakan tapi harus dimengerti
Musim silih berganti
Tapi musim duka masih menetap
Hanya hatimu dan hatiku yang tahu
Akan berpisah seperti ini
Janganlah pergi dari kenanganku
Jangan pernah mengatakan selamat tinggal

Cuplikan Arti Lirik Lagu OST Main Hoon Na

Siapa lagi yang kau nanti?
Aku kan sudah di depanmu
Kenapa diam saja?
Utarakanlah isi hatimu
Jika ada yang ingin kau katakan maka katakanlah padaku
Kemana kamu mau pergi?
Kembalilah pafaku
Jika kau ingin pergi, maka pergilah sayangku

Signs if Someone (Men) Likes You

Curious about his feeling toward you? Don't worry! Check these out. I hope You find it useful. Good luck to reveal his true feeling :)


  • He watches you when you walk away 
  • He holds your hand in public 
  • He makes eye contact 
  • He talks with his hands 
  • He extends his palm to you 
  • He kisses you on your forehead 
  • He sits on his hands 
  • He’s okey to lean your heads to him He walks sync with you 
  • He laugh easily 
  • He strokes your head 
  • He raises gis eyebrows 
  • He sits with his toes pointed toward you 
  • He half smile

Tips when Relate to your Partner


  1. Learn what you have in common
  2. Let it happen naturally
  3. Show affection
  4. Remember why you fell in love
  5. Surprise them
  6. Know when you are ready to take the next step
  7. Be an asset
  8. Be trustworthy
  9. Don’t make them everything
  10. Laugh together
  11. Don’t take problems out on your partner
  12. Ackowledge the whole person
  13. Discuss, don’t assume!
  14. Plan together
  15. Romance is timeless
  16. It’s okey to be wrong. Would you rather be right or be happy
  17. Say you are sorry
  18. Make time to each other
  19. Be supportive
  20. Figure out how to resolve conflict

Friday, 30 May 2014

How to be Healthy in a Small Matter

  • Jawablah telepon menggunakan telinga kiri
  • Jangan minum obat dengan air dingin
  • Jangan makan makanan berat setelah jam 6 malam
  • Minum lebih banyak air putih di pagi hari, malam lebih sedikit
  • Jam tidur terbaik 10 pm-5 am
  • Ketika baterai ponsel tinggal satu bar, jangan angkat telepon karena radiasi meningkat 2x lipat

Random Saying

Kau tak dapat melihatku
Kau tak dapat mendengar suaraku
Kau juga tak dapat menyentuhku
Namun..
Ku selalu ada di hatimu kala kau mengingatku
Ku kan ada di pikiranmu kala kau mengingatku
Hanya karena ku tak ada di dekatmu, tak berarti aku tak ada
Aku hanya ada dengan batas yang tak dapat kau lintasi ataupun kau tabrak

Pasuruan, 22 July 2013 09.29 a.m (By CVI).

Quote dari Film Mujhse Dosti Karoge

Anda penggemar film India? Jika Anda mengangguk, kemungkinan besar Anda takkan asing dengan film Mujhse Dosti Karoge. Film ini meenceritakan tentang cinta yang tak terkatakan. Dikarenakan kesalahpahaman hingga situasi dan kondisi yang tak lagi mendukung. Berikut adalah cuplikan kata-kata yang diucapkan Raj (Hrithik Rosan) saat ditanya Rohan (Uday Chopra) apakah dia mencintai Tina (Rani Mukherjee) atau tidak :)

Cinta tidak hanya berarti mengatakan aku mencintaimu pada seseorang. Cinta adalah cinta bahkan tanpa mengatakan apa-apa. Cinta juga pengorbanan, itu juga berarti diam demi satu sama lain. Mencintai tidak hanya memiliki. Cinta juga adalah menyerahkan, kebahagiaan anda sendiri untuk kebahagiaan orang lain.
— MDK

Bagaimana pendapat kalian? kena banget kan? Dalem banget deh. film nya juga sukses membuat saya meneteskan airmata meskipun sudah menonton untuk yang kesekian kalinya.



Link Website untuk CPNS

CPNS
Yg Mau Daftar CPNS, Berikut ALamat Website Kementerian Yg Akan Membuka Lowongan CPNS dari JaLur Umum Thn 2013 Bln Sept dan Tes Tgl 29 Sept’13 :
1 Kementerian Koordinator Bidang Polhukam : http://www.polkam.go.id
2 Kementerian Koordinator Bidang Kesra : http://www.menkokesra.go.id
3 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian : http://www.ekon.go.id
4 Kementerian Dalam Negeri : http://www.kemendagri.go.id
5 Kementerian Luar Negeri : http://www.kemlu.go.id
6 Kementerian Pertahanan : http://www.kemhan.go.id/kemhan
7 Kementerian Hukum dan HAM : http://www.kemenkumham.go.id
8 Kementerian Keuangan :
9 Kementerian ESDM : http://www.esdm.go.id
10 Kementerian Perindustrian : http://kemenperin.go.id
11 Kementerian Perdagangan : http://www.kemendag.go.id
12 Kementerian Pertanian : http://www.deptan.go.id
13 Kementerian Kehutanan : http://www.dephut.go.id
14 Kementerian Perhubungan : http://www.dephub.go.id
15 Kementerian Kelautan dan Perikanan : http://www.kkp.go.id
16 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi :http://www.depnakertrans.go.id
17 Kementerian Kesehatan : http://www.depkes.go.id
18 Kementerian Pekerjaan Umum : http://www.pu.go.id
19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan :http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud
20 Kementerian Sosial : http://www.kemsos.go.id
21 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif :http://www.budpar.go.id/asp/index.asp
22 Kementerian Lingkungan Hidup : http://www.menlh.go.id
23 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak :http://www.menegpp.go.id
24 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional :http://www.bappenas.go.id
25 Kementerian PANRB : http://www.menpan.go.id
26 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal :http://www.kemenegpdt.go.id
27 Kementerian Perumahan Rakyat : http://kemenpera.go.id
28 Kementerian Pemuda dan Olahraga : http://www.kemenpora.go.id
29 Kementerian Sekretariat Negara : http://www.setneg.go.id


sebenarnya itu saya dapat dari teman tahun lalu, kemungkinan masih sama kan, link websitenya.. Good luck!

Sebuah Kisah

Sebelum aku tahu cinta
Sebelum aku mengenal cinta
Sebelum bayangmu ada
Hidupku sempurna

Namun kau hadir di waktu tak tepat
Kala ku lalui masa emas
Kala hati belum terbuka menerima cinta
Tak tahu harus ku jawab apa
Saat janji suci kau ucap

Sewaktu ku masih dilema
Dengan sosok yang lain ku bersua
Sosok yang mampu getarkan hatiku
Sosok yang sering hiasi bunga tidurku
Tuk kali pertama

Sosok yang tlah merubah segalanya
Sosok yang tak ku tahu namanya
Namun sangat ku hafal suaranya
Seakan dimana pun dia, ku bisa mengetahuinya

Tiba-tiba saat ku terbangun dari mimpi
Ku sadar telah melupakan Dia
Cinta Sejatiku
Kekasih pertamaku
Sang Maha Pemberi Cinta

Haruskah ku lepas dia demi Kekasih Sejatiku ?
Dan ...
Haruskah ku pendam segala rasa yang pernah singgah di hatiku ?

Original idea: Pasuruan, Desember 2008 [by CVI]

Edited in Semarang, 7 Juni 2010 at 11.09 pm

Sahabat Sejati

Sahabatku ..
Kurindu senyum yang selalu menghiasi bibirmu
Di kala suka dan duka
Kau selalu ada

Kau beri aku cinta
Kau beri aku asa
Dan semua melengkap
Tuk jadikan kita yang terbaik

Kini ..
Semua berlalu sudah
Kau pergi meninggalkanku
Tinggalkan kenangan indah
Tapi.. ku takkan berduka
Pisah hanya di lahirnya
Di hati kita bersatu

Smoga hidupmu selalu berbakti
Dan kita di suatu hari
Berjumpa lagi ..

Original idea: Pasuruan, Agustus 2008 [by CVI]

Edited: Semarang, 4 Juni2010 at 08.43 a.m.

Adele - Don't You Remember

When will I see you again?You left with no goodbye, not a single word was said,No final kiss to seal any seams,I had no idea of the state we were in,

I know I have a fickle heart and bitterness,And a wandering eye, and a heaviness in my head,

But don't you remember?Don't you remember?The reason you loved me before,Baby, please remember me once more,

When was the last time you thought of me?Or have you completely erased me from your memory?I often think about where I went wrong,The more I do, the less I know,

But I know I have a fickle heart and bitterness,And a wandering eye, and a heaviness in my head,

But don't you remember?Don't you remember?The reason you loved me before,Baby, please remember me once more,

Gave you the space so you could breathe,I kept my distance so you would be free,And hope that you find the missing piece,To bring you back to me,

Why don't you remember?Don't you remember?The reason you loved me before,Baby, please remember me once more,

When will I see you again?

Sudah tiga hari ini saya sedang "in" dengan lagu ini. bukan apa-apa. Tetapi, saya suka liriknya. biasanya, saya menyukai sebuah lagu itu, kalau bukan karena easy listening musiknya, kemungkinan karena liriknya yang 'kena' bangetz.
Based on my own interpretation, lagu ini menceritakan tentang seorang cowok yang tiba-tiba pergi meninggalkan si cewek tanpa sebuah kata perpisahan. Lalu, si cewek menanyakan kapan kira-kira ia akan berjumpa dengan si cowok lagi. Apakah si cowok benar-benar telah melupakannya sehingga tak pernah lagi mengingat si cewek. Si cewek memang sadar diri kalau ia memang seringkali berubah pikiran aka plin-plan, dan suka flirting sana-sini. Tapi semua itu hanya untuk sekedar hobi dan cuci mata. Bukan pakai hati. 
Ah, tapi sudahlah. menurut saya sih, intinya demikian. :)

Thursday, 29 May 2014

CITRA

            Citra sedang asyik membaca novel favoritnya waktu Ira, kakak sepupunya yang sedikit tomboy nyelonong masuk ke kamarnya. Padahal dia masih memakai piyama dan penampilannya masih sangat berantakan.
            “Ucapkan salam dulu dong, Kak!”, protes Citra yang merasa sedikit terganggu. Dia lalu meletakkan novelnya untuk sementara.
            ”Iya, maaf deh adikku yang manis. Hm,, penampilanmu nggak pernah berubah ya! Sering berantakan”, sesal Ira sambil mencubit pipi Citra dengan gemas.
            Aduh, jangan gitu dong. Sakit tau! Ada perlu apa sih? Tumben ke sini”, tanya Citra.
            ”Ye, emang sejak kapan aku nggak boleh datang ke sini? Ehm,, coba tebak tujuanku datang kemari! Bisa nggak? Bukankah firasatmu tajam?”, tantang Ira.
            ”Oke, siapa takut! Menurut feelingku sih, pasti ada hubungannya dengan ultahmu Selasa depan kan? Dan Kakak pasti datang untuk mengundangku”, tebak Citra tepat. Ira hanya mengangguk dan mengedipkan sebelah matanya.
            ”So, kamu pasti datang kan? Aku kenalkan ke temen-temen cowokku deh!”, janji Ira.
            ”Nggak perlu tuh. Insya Allah, aku usahakan datang. Aku lihat organizerku dulu ya!”
            ”Pokoknya, kamu harus datang! Awas kalau nggak! Ya udah, aku mau ke tempat Melda. Aku tunggu. Jangan telat! Satu lagi, kadonya jangan sampai lupa! Wassalamu’alaikum”, jelas Ira tanpa menghiraukan Citra yang masih bingung dan segera menuju pintu.
            ”Wa’alaikum salam”
            Selalu gitu! Dia nggak mau memberiku kesempatan bicara. Huh...menyebalkan!, pikir Citra.

# # #

            “Ma, enaknya ngasih kado apa ya buat Kak Ira?“, tanya Citra pada mamanya yang sedang menjahit baju Lucky, adiknya.
            “Memangnya kamu pasti datang? Bukannya kamu sering lupa janji ya?”, sindir Mama.
            “Ehm,, itu sih cuma gara-gara aku lupa memasukkan janji yang harus aku penuhi ke dalam organizerku”, elak Citra.
            “Menurut Mama, semua kado itu bagus asalkan memberinya dengan hati yang ikhlas. Selain itu, kado merupakan pengikat jiwa”, saran Mama.
            “Oke deh, thanks Ma! Aku keluar dulu ya! Assalamu’alaikum”
            ”Wa’alaikum salam”

# # #

Gimana kalau ini?”, tawar Melda kepada Citra.
”Boneka? Nggak buruk sih. Tapi aku ingin ngasih kado yang sangat bermanfaat buat kak Ira. Oh ya, gimana kalau ini? Sebentar lagi kan dia akan menghadapi ujian!”, kata Citra sambil menunjukkan sebuah buku kumpulan soal UAN SMP..
”Ide bagus tuh! Kalau gitu, aku yang beli tas sekolah aja deh. Nanti sekalian minta tolong dibungkus ya?”, pinta Melda.
Lalu mereka menuju ke stationeries shop terlengkap di Mall itu.

# # #

            ”Kriiiing!!”. Suara ponsel Citra tiba-tiba berdering sehingga ia bangun dari tidurnya. Dari Melda.
            “Assalamu’alaikum“
            “Wa’alaikum salam. Maaf ya ganggu tidur siangmu. Aku cuma mau mengingatkan acaranya nanti jam 4 sore. Jangan telat lho! Plus jangan lupa bawa kedua kadonya. Oh iya, aku nanti nggak bisa jemput kamu. Aku harus mengantar Kak Andre ke Bandara dulu. Sekali lagi maaf ya!”, kata Melda.
            ”Iya, nggak apa-apa kok. Aku bisa naik motor sendiri. Tenang aja. Oh ya, salam aja buat Kak Andre. Semoga perjalanannya menyenangkan.”

# # #

            “Duh,,, bakalan telat nih! Kenapa harus mogok sih di saat benar-benar dibutuhkan! Menyebalkan!”, umpat Citra.
            “Salah kamu juga. Kenapa nggak bilang dulu kalau mau naik motor sendiri? Mama pikir bareng  Melda”
            “Rencananya sih gitu. Ehm, Citra naik taksi aja. Assalamu’alaikum”
Setelah berpamitan, Citra keluar pagar lalu segera menelepon taksi.

# # #

            Feelingku mengatakan bahwa akan terjadi sesuatu tak terduga disana. Apa ya? Semoga semuanya baik-baik saja, batin Citra ketika sudah berada di dalam taksi.
Sesampainya di rumah Ira, Citra ragu untuk masuk. Dia telat hampir satu jam. Dan tidak bisa disebut telat lagi. Namun, dia akhirnya memutuskan untuk masuk. Dari pantulan kaca di teras, terlihat olehnya penampilannya sendiri yang cukup mengagumkan hingga ia tak yakin bahwa itu memang dirinya. Ini semua gara-gara make over mamanya. Tadinya dia cuma mau pakai kemeja dan jeans. Tetapi mamanya mustahil membiarkan anaknya pergi dalam keadaan seperti itu untuk menghadiri acara ulang tahun keponakannya.
”Assalamu’alaikum, semua”, sapa Citra.
”Wa’alaikum salam”
Nggak nyangka tamunya banyak seperti ini!, kata Citra dalam hati. Lalu, dia segera melangkah menuju ruang tengah. Dia tahu kalau ada beberapa pasang mata yang masih memandangnya dari balik punggungnya.
            Baru datang? Sudah aku duga kamu pasti datang”, sambut Ira.
            ”Eh, iya. Sorry telat, tadi motorku mogok dan akhirnya aku naik taksi ke sini. Ditambah lagi aku tadi telat bangun. Melda sudah datang?”, tanya Citra sambil menyerahkan sepasang kado.
            ”Thanks, itu di sana!”
            Tangan Ira menunjuk ke seorang gadis yang berdiri di pojok dengan senyum manisnya. Dia terlihat sangat anggun dengan blouse dan rok birunya. Ira menyuruh Citra bergabung dengan teman-temannya di ruang tamu tetapi Citra menolak.
            ”Aku di sini aja. Nggak enak, aku kan datang terlambat”, pinta Citra. Ira hanya tersenyum dan mengangguk.
            ”Penampilanmu sore ini sempurna, nggak seperti biasanya. Coba dari dulu begini!”, komentar Ira. Citra tersenyum meskipun agak risih dengan pujian yang tak biasanya diucapkan Ira.
            ”Baiklah. Mari kita lanjutkan dengan permainan baru. Siapa yang memegang bantal saat musik berhenti harus berdiri di tengah-tengah kita dan milih pasangannya. Jelas?”, tanya Melda. Dia bertindak sebagai pembawa acara. Sesuai dengan bakatnya.
            ”Ya!!!”, jawab mereka serentak. Musik pun dimulai.
            Kak Ira memang orang yang supel, temennya banyak, pergaulannya luas. Padahal usianya baru 14 tahun, satu tahun lebih muda dari ku. Dan dia masih duduk di kelas 3 SMP. Sedangkan aku baru masuk di sebuah SMA favorit di kota ini. Begitu pun dengan Melda, adik sepupuku yang meskipun seusia denganku, dia pandai membawa suasana. Ah, aku memang lebih banyak menghabiskan waktuku untuk belajar daripada bergaul.
            Ketika musik berhenti, boneka berada di tangan Ryan, sahabat Ira. Dia lalu berdiri di tengah dengan malu-malu.
            ”Well, Siapa yang akan kamu pilih menjadi pasanganmu?”, tanya Melda.
            ”Dia!”, tunjuk Ryan ke arah Citra.
            Citra masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia tidak menghiraukan Melda yang memanggilnya. Lalu Ira menghampirinya. Menepuk bahunya. Citra sedikit kaget.
            ”Tuh, Ryan telah memilihmu menjadi pasangannya. Mungkin gara-gara penampilan barumu!”, goda Ira sambil tersenyum jahil.
            ”Eh!!!”
            Belum sepenuhnya Citra menyadari apa yang sedang terjadi. Tangannya sudah ditarik Ira.
            ”Ayo.. Kenalan dulu dong!”, kali ini Melda yang menggoda Citra.
            ”Ehm...Ryan ”, kata Ryan mengenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya.
            ”Citra”, sahut Citra tanpa menyambut uluran tangan Ryan.
            ”Ciee...”, komentar temen-temen Ira. Ada beberapa temen Ryan yang segera mengabadikan  moment tersebut. Citra sangat malu dan kesal.
            “Ehm, senang berkenalan dengan cewek manis dan anggun sepertimu”, kata Ryan seraya memberikan senyum termanisnya. Citra hanya menunduk. Mukanya sudah seperti udang rebus.
            “Ihiiir... tembak dong, Yan!“, celetuk salah seorang teman Ryan.
            Sial! Aku harus cepat-cepat kabur dari ruangan ini atau aku akan bertambah malu, pikir Citra.
            “Tenang. Semuanya perlu waktu dan proses. Iya kan, Citra?”, tanya Ryan seakan meminta persetujuan Citra. Yang ditanya cuma diam.
            “Citra, aku ..” Belum sempat Ryan melanjutkan kata-katanya tiba-tiba-tiba ponsel Citra berbunyi.
            “Ya, Ma. Ada apa?”, tanya Citra. “Baik, Citra pulang sekarang.”
            “Kenapa?”, tanya Melda dan Ira hampir bersamaan.
            “Aku harus segera ke pulang, sist. Penting!”, jawab Citra.
            “Perlu aku antar?”, tanya Melda.
            “Tidak, terima kasih. Aku naik taksi aja. Tugasmu adalah melanjutkan acara ini.”, tolak Citra. “Kak Ira, maaf ya aku harus pulang sekarang”.
            “Iya, tak apa”.

# # #

            Beberapa hari kemudian, Ira memberi Citra sepucuk surat dari Ryan. Akan tetapi, sebelum ia membacanya, angin telah menerbangkan surat itu. Susah payah ia berusaha mengambilnya. Surat itu melayang-layang di udara dan akhirnya terjatuh di atas genangan air. Semua tulisannya menjadi luntur. Sebelum tulisannya benar-benar luntur, sekilas terbaca sebuah kalimat tertulis ”Meeting you was fate, becoming your friend was a choice, falling in love with you was beyond my control.

                                                                            # # #


NB: Mengenai cerpen di atas, saya membuatnya sewaktu masih mengenakan putih abu2. That's why, cerita, alur, dan bahasanya masih sangat cheesy bangetz. ahahaha [by CVI]

Wednesday, 28 May 2014

Karena ku adalah Pelitamu

wow! malam ni bener2 full dengan deg2an. karena sejak semalam saya buka2 lagi blog saya yg berjumlah 4, saya mulai tertarik lagi untuk menulis. sewaktu saya liat folder di lepi lenny saya yang khusus untuk penulisan kreatif, ternyata HILANG! saya syok. karena banyak karya saya di sana yang belum saya publish. hiks. tapi setelah pakai smadav, akhirnya file yang terhidden bisa muncul lagi. Hurray!!! tidak jadi hilang :)
okey, berikut ini merupakan cerpen yang pernah saya tulis di tahun 2010. Check this out. Maklum, masih amatir nih, pas jaman masih alay pulak.. ahahahaahaa

Karena ku adalah Pelitamu

            “Kamu serius???” kata Amel kaget.
            “Yeah, aku tak punya pilihan lain. Dia udah terlalu lama menungguku,“ jawabku pasrah.
            “Lalu, apakah dia memang ada di hatimu?”
            Aku terdiam sesaat. “Suatu saat itu akan terjadi,” jawabku akhirnya.
            “Bagaimana dengan pangeran kuda putihmu itu? Sudahkah kau melupakannya?”
            “Masih dalam proses. Aku yakin aku bisa segera menghapusnya dari memoriku. Toh aku sendiri tak tahu dimana dia sekarang,” jawabku tegas seraya menggigit bibir bawahku.
            “Okey, kalau itu memang jalan yang kau pilih. Sebagai sahabat, aku hanya bisa memberi saran dan mendukungmu.” Kulihat Amel segera keluar dari kamarku setelah ia membaca pesan dari ponselnya.
Aku berdiri dari tempat tidurku dan melihat keluar dari jendela kamarku yang belum aku tutup. Sepoi angin malam membelai wajahku dengan lembut. Kuhirup dalam-dalam udara setengah memejamkan mata, berharap kegalauan ini segera sirna. Semalam Putra datang melamarku melalui orang tuaku. Aku tak ada alasan kuat untuk menolaknya lagi setelah sebelumnya berkali-kali aku lari darinya. Dia tetap saja bertahan meskipun seringkali aku membuatnya patah hati. Akhirrnya, aku pun luluh. Ternyata, kesabaran dan sikap pengertianlah yang mampu meruntuhkan tembok yang aku bangun selama ini.
Tiba-tiba suara ringtone The Day You Went Away nya M2M mengagetkanku. Aku segera mengambil ponselku yang tergeletak di atas meja. Dari Putra: Good Night. Have a nice dream. Sengaja aku tak membalasnya. Tanpa sengaja pandanganku tertumbuk pada buku diary biru langit yang juga ada di sana. Aku pun mengambilnya dan membukanya secara acak.
Senin, 27 November 2009
Aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku saat ini. Selama satu minggu ini aku memikirkannya. Sang pangeran berkuda putih. Dia seniorku di sekolah. Apa iya ya, aku sedang jatuh cinta? Ada seorang temanku yang berkata bahwa aku sedang terkena virus merah jambu.
Tiba-tiba ada ketukan di kamarku. Aku segera mengamankan diary ku itu. Ternyata, kak Vina datang dengan membawa Jahe hangat. “Semoga ini akan membantu,” katanya sambil menyodorkannya kepadaku. “Thanks”
“Apa kau sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu?” tanyanya sembari menuju ke balkon kamarku. Aku terdiam untuk beberapa saat. “Aku tak berniat untuk mempengaruhimu. Aku hanya tak ingin kau menyesal nantiny” “Well, sudah larut malam. Istirahatlah.” Terdengar suara pintu kamarku ditutup Kak Vina.
***
            “Ira, bagaimana keputusanmu? Apa kamu sudah yakin dengan Putra? Dia memang baik. Tetapi Ibu melihat kamu masih bimbang. Pernikahan itu selayaknya terjadi sekali seumur hidup. Jangan salah memilih pasangan, Nduk,” kata ibu.
            Meskipun aku memang sedikit ragu, aku tidak bisa mengubahnya. Undangan pernikahan sudah disebar. Tiga minggu lagi aku akan menikah dengan orang yang sejak kelas 1 SMA mengejar-ngejarku. Apapun dia lakukan untukku. Hanya saja, aku tak punya perasaan apa-apa terhadapnya sampai sekarang. Entah nanti. Mungkin perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya.
            “Apa yang sebenarnya kamu lamunkan?”
            “Eh,, tidak ada kok, Bu,” jawabku gugup.
            “Ya sudah, kalau kamu memang sudah mantap dengan pilihanmu. Semoga kamu tidak akan menyesal karenanya. Ibu hanya bisa merestuimu dan mengharapkan yang terbaik untukmu.”
***     
Dua minggu kemudian, aku mendapatkan cuti dari kantor selama beberapa hari untuk mempersiapkan pernikahanku. Aku pun mempersiapkan segalanya sendiri. Karena aku pikir ini adalah pernikahanku, jadi aku harus mengurus semuanya. Putra percaya saja terhadap hasil kerjaku.
            Saat aku masih disibukkan dengan segala persiapan pernikahan, tiba-tiba aku mendapat pesan bahwa aku harus menemui seseorang di sebuah restoran. Awalnya aku tidak terlalu menghiraukan isi pesan singkat itu. Aku harus menjaga perasaan Putra. Namun, sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal telah merubah pendirianku. Aku memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut. Aku tak sempat berpamitan kepada orang rumah. Aku langsung mengemudikan mobilnya ke pusat kota.
***
            “Akhirnya, kamu datang, Lyra Aqvila.”, kata seorang pria yang duduk di hadapannya.
            “Maaf. Sebenarnya ada keperluan apa? Beberapa hari ini aku sangat sibuk,” kataku dingin.
            “Aku ingin meminta maaf padamu atas sikapku dulu. Apakah kamu mau memaafkanku?”
            “Kejadian itu telah lama berlalu. Bahkan, aku hampir saja melupakannya seandainya kakak tak mengungkit hal itu sekarang,” jawabku tegas. Aku sendiri sebenarnya tak yakin dengan kalimatku barusan. Bagaimana ia lupa bahwa orang yang saat ini ada di depannya telah menolaknya. Ya, dialah sang pangeran kuda putih itu. Sejenak aku kembali ke masa dimana aku masih berseragam putih abu-abu.
            Aku masih bisa mencium aroma lantai yang baru saja dipel. Udara yang masih segar. Serta kicauan burung yang juga makin meramaikan suasana pagi itu di sekolah. Sama seperti hari-hari sebelumnya. Namun, hari itu lain karena aku bertemu seseorang yang mampu masuk ke dalam hatiku yang terdalam. Sang Pangeran Kuda Putih, begitulah aku sering menjulukinya. Dia adalah seniorku sejak SMP, tetapi aku baru mengetahuinya di kemudian hari. Di saat ia telah lulus. Dia bersama beberapa temannya mengadakan briefing untuk memperkenalkan universitas dan jurusan mereka. Meskipun pada awalnya aku kurang berminat dengan promosi mereka, namun rasa ketertarikanku terhadap seniorku itu mengalahkan logikaku. Aku berusaha keras untuk dapat diterima di universitas itu.
            “Kamu serius, mau masuk STTN?” tanya Amel tak percaya. “Katanya ingin jadi dubes atau diplomat? Masa’ kuliah di sekolah teknik! Gak nyambung, dong!”
            “Itu adalah plan B ku kalau aku gak diterima SNMPTN,” ujarku membela diri.
            “Wow, sejak kapan Lyra jadi tak percaya diri gitu? Atau, jangan-jangan kamu naksir sama si Lucky tu ya? Ngaku deh!” Aku hanya tersenyum penuh arti.
            Ternyata, takdir berkata lain, aku diterima di HI di salah satu universitas terbaik di Indonesia. Namun aku gagal masuk STTN. Sejak saat itu, aku berusaha melupakan keinginanku untuk menuntut ilmu di tempat yang sama dengan Lucky. Meskipun aku masih punya dua kesempatan lagi di tahun-tahun mendatang, aku tak mungkin menghamburkan tenaga, pikiran, dan materi yang telah dikeluarkan oleh kedua orang tuaku selama ini.
            Setelah satu tahun menjadi mahasiswi HI, aku masih belum bisa melepaskan sosok itu. Dengan mengumpulkan keberanian, aku akhirnya mengirim pesan kepada Lucky. Meskipun aku telah lama mengetahui nomor ponsel Lucky dari seorang teman, aku tak punya keberanian untuk menyapa terlebih dahulu. Tetapi, di senja itu aku nekat mengirim pesan terlebih dahulu dengan basa-basi sebentar dan tibalah akhirnya aku mengatakan tujuanku sebenarnya mengiriminya pesan.
            “Mungkin kakak menilai saya tidak sopan atau lainnya. Tapi jujur lebih baik bukan?” mengalirlah semua rasa yang telah aku simpan selama ini. Semuanya. Akan tetapi saying takdir tak lagi berpihak padaku, aku harus menelan pil pahit penolakan dari orang yang selama ini aku harapkan menjadi pendamping hidupku. Lalu, apa maksud kebaikannya selama ini kalau ternyata dia hanya bisa tabrak lari tanpa menghiraukan panah asmara yang ia tancapkan di hati ini. Cintaku bertepuk sebelah tangan. Sedih. Kecewa. Patah hati. Baru saat itulah aku mengalami sakitnya penolakan. Mungkin ini adalah karmaku yang sering kali menolak cinta Putra berkali kali baik secara langsung maupun tak langsung baik secara pribadi maupun di depan orang banyak.
            “Kamu mau pesan apa?” Suara Andre telah memanggilku dari masa lalu.
            “Ice Lemontea saja.”
            “Rupanya minuman favoritmu masih tetap sama.” Aku tak menghiraukan kata-katanya. Aku mengetuk-ngetukkan telunjukku di atas meja.
            “Cincinmu bagus. Kamu tentu belum pertunangan bukan?” tanya Lucky.
            Aku tersentak. Aku memaksakan diri untuk tersenyum.
            “Lyra, sebenarnya tujuanku memanggilmu datang kemari karena ada hal penting yang ingin aku nyatakan,” kata Lucky. “Aku ingin kau menjadi orang yang akan selalu menemaniku hingga akhir masaku,” lanjutnya.
            Seperti ada badai dalam hatiku. Ternyata, orang yang telah menolaknya juga mempunyai rasa yang sama. Aku mencoba mencari kebenaran dalam manik matanya. Ada kejujuran di sana. Tapi, semuanya sudah terlambat.
            “Ah.. aku tidak bisa, Kak”
            “Apakah kamu telah mencintai orang lain?” tanya Lucky penasaran.
            “Bukankah 5 tahun yang lalu kakak juga mengatakan hal yang sama kepadaku? Tetapi, bukanlah maksudku untuk balas dendam. Pernyataan itulah yang paling tepat untuk kondisi seperti ini, setidaknya menurutku”
            “Yang lalu biarlah berlalu, Lyra. Saat itu yang aku pikirkan adalah masa depan keluargaku. Aku belum memikirkan cinta. Maaf jika kamu masih menyimpan peristiwa itu sebagai luka”
            Pesanan kami pun datang. “Terima kasih,” ucapku pada pramusaji itu. Segera aku meminum lemonteaku seraya memberikan jeda untuk diriku. “Aku mengerti. Tapi, saat ini keadaannya sudah sangatlah berbeda.” Aku terdiam sejenak untuk menguatkan hatiku agar airmataku tak jatuh ketika aku di hadapannya seperti saat ini. “Kakak benar, cincin yang aku pakai di jari manisku ini adalah tanda pengikatku dari Putra,” jelasku seraya menunjukkan cincin di tangan kiriku. Aku melihat dia tertunduk tanpa mengatakan apa-apa lagi.
***
            Enam bulan kemudian.
            Tanpa sengaja aku melihat seorang gadis yang sangat ia kenal duduk sendirian di taman. Aku sengaja menghamppirinya ingin tahu keadaannya sekarang. Apakah dia bahagia telah menikah dengan orang yang sangat mencintainya? Aku pun langsung duduk di sampingnya tanpa meminta izinnya terlebih dulu.
            “Lyra, apa kabar?” tanyaku. Dia terlihat sedikit terkejut. Mungkin aku telah merusak lamunannya.
            “Baik,” jawabnya kemudian. Aku merasa aneh dengan gerak-geriknya. Dia sama sekali tak menoleh ke arahku. Apakah dia tak sudi melihatku?
            “Apa kamu keberatan aku duduk di sini?”
            “Ini adalah tempat umum. Aku tak punya hak melarangmu duduk di situ,” jawabnya diplomatis. Aku pun akhirnya hanyut dengan suasana sore itu. Mentari senja sungguh menawan hati. Sudah lama aku tak menikmati kejadian alam ini karena kesibukanku. “Apakah kamu ke sini sendirian? Mana suamimu?” tanyaku berusaha mencairkan suasana seraya melihat cincin di tangannya..
            “Aku di sini bukan untuk kau wawancarai. Bisakah kau meninggalkanku sendiri? Please”
            “Maaf,” sesalku kemudian. Aku pun beranjak pergi. Baru beberapa langkah, aku melihat orang yang aku kenal berjalan ke arah Lyra. Amel, sahabat Lyra. Aku pun berbalik melemparkan pandanganku kepada mereka. Amel berusaha membantu Lyra berdiri. Astaga. Ada apa dengan kakinya? Saat mereka sudah berjalan ke arahku, barulah aku mengerti sesuatu.
            “Sejak kapan itu terjadi?” tanyaku sambil menahan rasa sakit di dadaku.
            “Kamu ingat saat kita terakhir bertemu di restoran itu? Hanya kecelakaan kecil. Tapi telah membuatku tak bisa menikmati keindahan alam semesta lagi.” Tanpa kusadari aku hanya mengangguk. “Bagaimana dengan acara pernikahanmu? Dimana Putra sekarang?”
            “Lyra tak ingin menjadi beban Putra meskipun dia tak keberatan dengan keadaannya” kali ini, Amel yang menjawab. “Aku hanya tak mau menjadi beban orang lain. Jadi, aku memintanya membatalkan pernikahan itu,” kata Lyra kemudian. Hatiku gerimis mendengar kenyataan itu. Seandainya ada cara untukku bisa meringankan bebannya, aku pasti akan lakukan.
***
            Satu bulan kemudian.
Aku mendatangi Lucky. Berharap dia mau membantuku.
            “Kak Lucky, aku tau kau masih mencintai Lyra. Begitupun mungkin sebaliknya. Oleh karena itu, aku mohon kau meloloskan keinginanku satu ini”
            “Apa maksudmu, Putra?”
            “Aku ingin mendonorkan mataku untuk Lyra. Aku tak tega melihatnya dalam keadaan seperti ini terus-menerus. Meskipun aku tak bisa disampingnya, setidaknya aku masih bisa berkorban untuknya”
            “Apa kamu yakin?”
***
            Hari ini adalah hari yang sangat mendebarkan bagiku. Aku akan mendampingi Lyra menjalani operasi mata. Semoga operasinya lancar dan berhasil.
            Selama menunggu operasi itu, aku sangat cemas. Aku lalu berusaha mengobrol dengan orang tua Lyra yang pastinya juga sangat khawatir. Aku lalu mendekati Lucky kemudian duduk di sampingnya. “Aku penasaran, siapa sebenarnya pendonor itu. Apa kakak tahu?” tanyaku padanya. Tak ada jawaban. “Ah, aku merasa kasihan sekali terhadap Putra. Seharusnya ia di sini menemani Lyra. Tapi kabarnya ia harus pergi tugas ke luar kota.” kata Amel menambahkan.
            “Apa kamu bisa dipercaya?” tanya Lucky tiba-tiba.
***
            Hampir satu minggu setelah aku menjalani operasi. Hari ini perbanku akan dilepas. Kali ini aku hanya didampingi Amel ke rumah sakit karena orang tuaku sedang sibuk. Ah, mereka terlalu banyak aku repotkan. Alhamdulillah, kini aku bisa melihat lagi. Aku penasaran siapakah orang mulia yang telah mendonorkan kedua pelitanya kepadaku.
            Suatu hari aku sedang bercengkrama dengan keluargaku. Kebetulan hari itu Kak Lucky juga sedang datang untuk melihat kondisiku.
“Aku mau memberitahu Putra bahwa kini aku sudah melihat. Aku tiba-tiba merindukannya.” ucapan itu tanpa sadar keluar dari mulutku. Aku pun sedikit kaget. Mungkin karena aku sudah mulai memberinya tempat di relung hatiku. Dia sangat pengertian. Suasana yang tadinya ramai tiba-tiba senyap. “Sepertinya aku akan melanjutkan rencana pernikahan itu.” Lanjutku. Tak ada respon dari orang-orang di sekitarku.
“Lyra, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu. Meskipun aku telah berjanji untuk merahasiakannya darimu. Tapi, kamu berhak tahu yang sesungguhnya,” kata Kak Lucky.
***
            Saat aku berdiri di pantai ini, aku merasakan keberadaan Putra. Secara fisik, ia memang telah tiada. Operasi itu memang berhasil. Akan tetapi, Putra tak mampu melewati masa kritisnya. Namun demikian, ia telah menjadi bagian hidupku. Pengorbanannya terlalu besar untuk orang yang seringkali melukainya sepertiku. Aku sedih tak punya kesempatan untuk sekedar mengucapkan terima kasih atas segala sesuatu yang telah ia lakukan terhadapku selama ini.
            “Apa perasaanmu sudah merasa lebih baik?” tanya Lucky yang tiba-tiba sudah ada di belakangku. Aku mengangguk perlahan. Aku tanpa sadar melihat ke arah jari manisku. Cincin tunangan dari Putra masih bertengger di sana.
            “Apakah hatimu masih ada ruang untukku?”
            “Hingga detik ini aku masih belum bisa melupakan Putra. Ia telah menjadi penglihatanku sekarang,” ujarku sambil tersenyum. Apa kamu tak keberatan?” lanjutku kemusian seraya menoleh kepada Lucky.
            “Sama sekali. Ia telah banyak mengajarkanku tentang arti pengorbanan. Aku tak  mempunyai hak untuk menggeser posisinya di hatimu. Dia benar-benar mengagumkan. Kamu sangat beruntung memiliki cintanya.”
            Semilir angin sore bertiup menerpa tubuhku dengan lembut. Mentari perlahan menyembunyikan dirinya di balik tirai malam. [by CVI]

***